Cara Memilih DC SPD untuk PLTS Berdasarkan Tegangan Sistem dan Kebutuhan Proteksi

Ilustrasi cara memilih DC SPD untuk PLTS dari panel surya ke inverter dengan simbol proteksi surge
Panduan Pemilihan Produk

Cara Memilih DC SPD untuk PLTS Berdasarkan Tegangan Sistem dan Kebutuhan Proteksi

Angka tegangan di label produk hanya satu dari beberapa hal yang menentukan apakah sebuah SPD cocok untuk sistem PV Anda. Panduan ini membahas cara memilih DC SPD: dari menghitung tegangan string, membaca datasheet, sampai menentukan Type 2 atau Type 1+2.

Banyak keputusan pembelian DC SPD berhenti di satu pertanyaan: "berapa volt?". Padahal ada beberapa parameter lain, yaitu Ucpv, Up, In, Imax, dan klasifikasi Type, yang menentukan apakah perangkat benar-benar sesuai dengan konfigurasi PV dan peralatan yang dilindungi.

Artikel ini fokus pada proses memilih. Jika Anda masih perlu memahami dasar fungsi dan cara kerjanya, baca dulu DC SPD pada PLTS: fungsi, cara kerja, dan mengapa dibutuhkan. Untuk perbedaan sisi AC dan DC, lihat AC SPD vs DC SPD pada PLTS.

Mengapa Pemilihan DC SPD Harus Disesuaikan dengan Sistem PLTS?

SPD dipasang pada rangkaian DC yang selalu bertegangan selama panel terkena cahaya. Karena itu, SPD tidak bisa dipilih seperti komponen generik. Tiga hal biasanya menjadi sumber masalah:

  • Tegangan operasi kontinu terlalu rendah. SPD akan terbebani terus-menerus oleh tegangan sistem, sehingga bisa cepat rusak atau tidak bekerja sebagaimana mestinya.
  • Level proteksi tidak sesuai. Tegangan sisa yang lolos ke inverter bisa melebihi kemampuan tahan impuls input inverter.
  • Tipe dan kemampuan arus tidak sesuai kondisi instalasi. Misalnya pada bangunan dengan penangkal petir eksternal yang membutuhkan koordinasi proteksi lebih lanjut.

Karena itu spesifikasi perlu diperiksa sebelum membeli, bukan setelah perangkat terpasang. Kabel string yang panjang, jumlah string, jenis inverter, dan ada tidaknya sistem proteksi petir semuanya memengaruhi keputusan.

Memahami Tegangan DC SPD dalam Sistem PLTS

DC SPD umumnya ditawarkan dalam beberapa kategori tegangan. Pada halaman produk resmi Suntree, rentang yang tercantum mulai dari 48 VDC hingga 1500 VDC. Kategori seperti 500V, 600V, 800V, 1000V, atau 1500V adalah label kelas produk, bukan rekomendasi universal. Pilihan yang benar bergantung pada tegangan maksimum sistem PV Anda.

Tegangan maksimum sistem PV

Tegangan yang menjadi acuan adalah tegangan open-circuit (Voc) maksimum string, bukan tegangan kerja (Vmp) pada kondisi normal. Saat inverter belum menarik daya, tegangan string mendekati Voc.

Jumlah panel seri dan efek temperatur

Modul yang dirangkai seri menjumlahkan tegangannya, sehingga string dengan lebih banyak modul memiliki Voc lebih tinggi. Selain itu, Voc modul naik ketika temperatur turun. Nilai Voc pada datasheet modul umumnya dinyatakan pada kondisi STC (25 °C), sehingga Voc pada temperatur terendah di lokasi bisa lebih tinggi dari angka tersebut.

Cara menghitung yang aman

Ambil Voc dan koefisien temperatur Voc dari datasheet modul, lalu koreksi ke temperatur terendah yang diperkirakan di lokasi. Kalikan hasilnya dengan jumlah modul seri dalam satu string. Metode dan batas perhitungan mengikuti standar instalasi PV yang berlaku di proyek Anda, misalnya IEC 60364-7-712 dan prinsip pemilihan pada IEC 61643-32.

Perhitungan ini sebaiknya selesai sebelum Anda membuka katalog SPD. Dengan begitu, angka tegangan yang Anda cari sudah jelas dan tidak ditentukan dari "kebiasaan" atau kategori produk saja.

Mengenal Parameter Penting pada Datasheet DC SPD

Standar IEC 61643-31 mengatur persyaratan dan pengujian SPD untuk sisi DC instalasi PV, sedangkan IEC 61643-32 memberi prinsip pemilihan dan penerapannya. Parameter berikut biasanya muncul di datasheet.

Ucpv

Maximum Continuous Operating Voltage (DC)

Tegangan DC maksimum yang boleh diberikan terus-menerus pada SPD. Nilainya harus sesuai dengan tegangan maksimum sistem PV, yaitu tidak lebih rendah dari Voc maksimum string.

Up

Voltage Protection Level

Tegangan sisa maksimum yang muncul di terminal SPD saat bekerja. Makin rendah, makin kecil tegangan yang diteruskan ke peralatan, tetapi harus dinilai terhadap kemampuan tahan impuls inverter.

In

Nominal Discharge Current (8/20 µs)

Arus pelepasan nominal yang digunakan dalam pengujian untuk menggambarkan kemampuan SPD menangani surge berulang.

Imax

Maximum Discharge Current (8/20 µs)

Arus puncak maksimum yang mampu dilewatkan SPD satu kali sesuai pengujian. Ini batas kemampuan, bukan nilai kerja normal.

Type atau Class: bukan rating tegangan

Type 1, Type 2, dan Type 1+2 menggambarkan jenis pengujian dan konteks penggunaan. Klasifikasi ini tidak ada hubungannya dengan rating tegangan. SPD 1000V bisa berupa Type 2, dan SPD Type 2 bisa tersedia dalam berbagai kelas tegangan.

ParameterYang diperiksaKesalahan umum
UcpvApakah ≥ Voc maksimum string pada temperatur terendahMembandingkan dengan Voc STC saja
UpApakah sesuai ketahanan impuls peralatan (lihat datasheet inverter)Mengabaikan Up karena fokus ke tegangan
In / ImaxNilai dan bentuk gelombang uji (8/20 µs)Menganggap Imax tinggi otomatis lebih tepat
TypeSesuai kebutuhan proteksi petir dan desain instalasiMenyamakan Type dengan tegangan
StandarPengujian menurut IEC/EN 61643-31 pada datasheetHanya percaya klaim di kemasan

Perbedaan DC SPD Type 2 dan Type 1+2

Pada sisi pemilihan, perbedaan utamanya ada pada jenis gelombang uji. Type 2 diuji dengan gelombang arus 8/20 µs (In dan Imax), yang mewakili surge induksi dan transient. Type 1 diuji dengan impuls petir 10/350 µs (Iimp). Type 1+2 diuji dengan kedua gelombang tersebut, sehingga cocok bila instalasi membutuhkan kemampuan menangani impuls petir sekaligus pembatasan tegangan.

AspekDC SPD Type 2DC SPD Type 1+2
Gelombang uji8/20 µs (In, Imax)8/20 µs dan 10/350 µs (Iimp)
Konteks umumSurge induksi dan transient pada instalasi PVInstalasi yang membutuhkan penanganan impuls petir, misalnya terkait penangkal petir eksternal
Yang menentukan pilihanDesain instalasi, hasil kajian risiko, datasheetDesain instalasi, sistem proteksi petir, koordinasi dengan SPD lain
Jangan menyederhanakan

Type 1+2 tidak otomatis lebih baik, dan Type 2 tidak otomatis cukup. Keputusan harus mengikuti desain instalasi, sistem proteksi petir, standar yang dipakai, dan kebutuhan proyek, termasuk koordinasi antara SPD di sisi DC dan perangkat proteksi lainnya.

Cara Memilih DC SPD yang Sesuai untuk PLTS

Berikut urutan kerja yang bisa dipakai sebelum memutuskan model.

  1. Tentukan tegangan maksimum sistem PVGunakan Voc maksimum string, bukan Vmp.
  2. Periksa jumlah modul per string dan Voc modulKoreksi Voc ke temperatur terendah lokasi menggunakan koefisien temperatur dari datasheet modul.
  3. Tetapkan kebutuhan UcpvPilih SPD dengan Ucpv yang tidak lebih rendah dari tegangan maksimum tadi.
  4. Evaluasi UpBandingkan dengan ketahanan impuls input inverter dan peralatan DC lain yang dilindungi.
  5. Tentukan Type 2 atau Type 1+2Berdasarkan desain instalasi, ada tidaknya penangkal petir, dan hasil kajian risiko.
  6. Periksa In dan ImaxPastikan nilai dan gelombang ujinya sesuai kebutuhan dan tercantum jelas di datasheet.
  7. Cocokkan dengan datasheet resmiVerifikasi model, rating, dan standar sebelum membeli. Jangan memilih model hanya dari angka tegangan.

Checklist singkat sebelum order

  • Voc maksimum string sudah dihitung pada temperatur terendah lokasi
  • Ucpv pada datasheet sudah dicek terhadap tegangan tersebut
  • Up sudah dibandingkan dengan ketahanan impuls inverter
  • Type sesuai desain proteksi petir proyek
  • In, Imax, dan standar uji tercantum di datasheet resmi
  • Koordinasi dengan DC MCB dan DC isolator sudah dipertimbangkan

Pilihan DC SPD dari Suntree untuk Sistem PLTS

Suntree Indonesia menyediakan DC SPD seri SUP2H-PV. Berdasarkan halaman produk resmi, seluruh model dalam seri ini memiliki In 20 kA dan Imax 40 kA (8/20 µs), dengan klasifikasi uji T2 dan jenis pressure limiting. Perbedaan antarmodel terletak pada kelas tegangan.

ModelRated Operational Voltage (Ue)Klasifikasi
SUP2H-PV48 / 110 / 130 / 150 / 220 / 275 / 300 / 360 / 500 VDCT2
SUP2H6-PV600 VDCT2
SUP2H8-PV800 VDCT2
SUP2H1-PV1000 VDCT2
SUP2H2-PV1200 VDCT2
SUP2-PV1500 VDCT2

Data di atas diambil dari halaman produk DC SPD Suntree. Halaman tersebut mencantumkan Rated Operational Voltage, sehingga nilai Ucpv, Up, dan jumlah pole per model sebaiknya dikonfirmasi lewat datasheet atau tim Suntree sebelum Anda menentukan pilihan. Produk dilengkapi jendela indikator status (hijau normal, merah gagal) dan didesain plug-in modul untuk rel DIN 35 mm.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memilih DC SPD

  • Memilih hanya berdasarkan angka tegangan pada nama produk.
  • Mengabaikan Voc maksimum string, terutama pada temperatur rendah.
  • Tidak memperhatikan Ucpv pada datasheet.
  • Mengabaikan nilai Up dan ketahanan impuls inverter.
  • Menganggap Type 1+2 selalu wajib, atau Type 2 selalu cukup.
  • Tidak memeriksa datasheet dan standar uji produk.
  • Tidak mempertimbangkan koordinasi dengan perangkat proteksi lain dan sistem grounding.

Kesimpulan

Cara memilih DC SPD yang tepat dimulai dari tegangan maksimum sistem PV, bukan dari katalog. Setelah itu, Ucpv, Up, In, Imax, dan Type perlu dibaca bersama sebagai satu paket sesuai karakteristik instalasi dan sistem proteksi petir di lokasi.

Lengkapi juga dengan pemahaman tentang peran perangkat lain dalam sistem proteksi PLTS agar seluruh lapisan proteksi saling mendukung.

Butuh bantuan memilih DC SPD?

Tim Suntree Indonesia dapat membantu mencocokkan kebutuhan sistem Anda dengan datasheet produk.

Lihat DC SPD Suntree Konsultasi dengan Tim Suntree

FAQ Seputar Memilih DC SPD

Apakah DC SPD 1000V bisa digunakan pada semua sistem PLTS?

Tidak. Kecocokannya ditentukan oleh Voc maksimum string pada temperatur terendah, Ucpv di datasheet, Up terhadap peralatan, serta desain instalasi. Label 1000V saja belum cukup sebagai dasar pemilihan.

Apa perbedaan DC SPD 600V dan 1000V?

Keduanya berbeda pada kelas tegangan sistem yang dituju. SPD 1000V untuk sistem dengan tegangan maksimum lebih tinggi. Memakai kelas yang lebih tinggi dari kebutuhan bukan jaminan lebih baik, karena parameter lain seperti Up juga harus sesuai. Pada seri Suntree, misalnya, nilai Up tiap kelas tercantum pada datasheet.

Kapan sebaiknya menggunakan DC SPD Type 1+2?

Pertimbangannya muncul ketika instalasi membutuhkan penanganan impuls petir, misalnya pada bangunan dengan sistem penangkal petir eksternal. Keputusan akhir mengikuti kajian risiko, desain proteksi petir, dan standar proyek.

Apakah nilai Ucpv harus lebih tinggi dari Voc maksimum sistem?

Ucpv tidak boleh lebih rendah dari tegangan maksimum sistem PV. Gunakan Voc string yang sudah dikoreksi ke temperatur terendah lokasi, bukan hanya nilai STC.

Apakah semua instalasi PLTS membutuhkan DC SPD dengan tipe yang sama?

Tidak. Tipe dan parameter bergantung pada konfigurasi string, panjang kabel, jenis inverter, grounding, dan ada tidaknya sistem proteksi petir. Karena itu pemilihan perlu mengikuti desain tiap proyek.